Dari Tradisi Menuju Global
Sanggar Seni KINGSAN Purbalingga hadir sebagai jembatan antara warisan budaya lokal dan dunia modern. Bermula dari seni kenthong thek-thek yang sarat makna, kami mengolahnya menjadi karya yang relevan di era digital tanpa menghilangkan roh tradisinya.
Melalui pertunjukan inovatif, kolaborasi lintas genre, dan promosi di platform global, kami membawa kenthong thek-thek tidak hanya dikenal di Purbalingga, tetapi juga meraih panggung internasional. Setiap pukulan bambu kami adalah cerita tentang identitas, kreativitas, dan semangat melestarikan budaya Nusantara untuk dunia
Sejarah Sanggar KINGSAN Berdiri sejak 20 Agustus 2003, Sanggar KINGSAN bermula dari kelompok kecil pemain kenthong tradisional di Purbalingga yang berkomitmen melestarikan seni budaya lokal. Dengan dedikasi dan inovasi, KINGSAN berkembang pesat menjadi sanggar resmi yang kini memiliki puluhan anggota aktif. Sepanjang perjalanannya, KINGSAN tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga menghidupkannya melalui pertunjukan kreatif, pelatihan generasi muda, dan kolaborasi seni yang mendunia.
Dari Komunitas Kecil ke Panggung Nasional
Awalnya hanya sekumpulan pemuda yang mencintai bunyi khas kenthong thek-thek, KINGSAN resmi berdiri pada 20 Agustus 2003 dengan semangat menjaga warisan budaya Purbalingga. Kini, sanggar ini telah tumbuh menjadi keluarga besar dengan puluhan seniman berbakat, mengubah dentuman bambu tradisional menjadi karya seni yang dinikmati hingga ke panggung nasional dan internasional. Setiap pukulan kenthong adalah cerita tentang ketekunan, kreativitas, dan kebanggaan akan identitas lokal.
Sejak 20 Agustus 2003, KINGSAN memulai perjalanan dari kelompok kecil pemain kenthong tradisional hingga menjadi sanggar seni profesional dengan puluhan anggota. Tak hanya mempertahankan warisan leluhur, KINGSAN terus berinovasi, membuktikan bahwa seni tradisi bisa tetap hidup dan mendunia.
#TahukahAnda? Sanggar KINGSAN lahir pada 20 Agustus 2003 dari sekelompok pecinta kenthong thek-thek di Purbalingga! Kini, kami telah berkembang menjadi sanggar resmi dengan puluhan anggota yang aktif pentas, berkarya, dan melatih generasi penerus. Yuk, ikuti perjalanan kami dari tradisi menuju global!
Filosofi Nama “KINGSAN”: Diambil dari daerah belakang Kejaksaan Purbalingga dalam Bahasa Jawa Wingking Kejaksaan sehingga disingkat menjadi Kingsan